3 tahun lalu, saya memluai sebuah
kebiasaan baru yang sederhana, kebiasaan itu sekarang menjadi sebuah obsesi, tapi
obsesi yang positif, 3 tahun yang lalu saya memulai olahraga. Umur sudah tidak
muda lagi ketika saya memulai untuk olahraga, masih dua puluhan sih, kurang
lebih 25, tapi saat ini saya mulai merasakan betapa nikmatnya olahraga.
Saya bukanlah orang yang suka olahraga. Ketika duduk di bangku SMP dan SMA, perajaran yang tidak saya sukai selain matematika (tentu saja) adalah olahraga, apalagi olahraga lari karena sering kehabisan hafas di tengah-tengah lari, tapi sekarang lari adalah salah satu olahraga favorit saya, hal yang paling saya benci dulunya sekarang menjadi salah satu hal yang paling saya cintai.
Saya memulain olahraga pada awalnya bukan untuk menurunkan berat badan, bukan untuk membuat tubuh saya semain berotot, namun untuk mengurangi stress kerena beban hidup, karena sebelumnya saya baca beberapa artikel kesehatana bahwa olahraga rutin bisa mengurangi stress bahkan depresi ringan hingga menengah jika dilakukan 2-4 jam dalam seminggu. Dari situlah saya memulai untuk berolahraga secara rutin sesuai anjuran tersebut, 2-4 jam per minggu, kalo di bagi dengan 7 hari, saya bisa olahraga 4 hari saja dengan masing-masing durasi selama 30 menit untuk memenuhi waktu minimum. Terkadang saya bisa memenuhinya, tapi tidak jarang rasa malas menyerang sehingga kadang saya tidak olahraga seharipun dalam seminggu.
Pada awal mula saya berolahraga, tantangan terbesar adalah dari diri sendiri (pastinya), rasa malas yang teramat besar kadang menyurutkan niat saya untuk berolahraga, tapi di situlah salah satu tantangan olahraga, yakni melawan ego sendiri, mengalahkan diri kita untuk bisa bergerak. Butuh perjuangan guys untuk melawan malas tuh, beneran, apalagi kalo masih ngantuk dan udara pagi dingin, maklumlah saya olahraganya pagi hari. TAPI, ketika kita bisa mengalahkan diri sendiri dan menggerakan badan untuk berolahraga, rasnya tuh luar biasa, sepeti kita sudah memenangkan sebuah pertandingan. Dari situlah saya ketagihan akan sensasi ‘mengalahkan diri sendiri’ yang akhirnya melahirkan kebiasan berolahraga hingga saat ini.
Walaupun sampai saat ini sudah hampir 3 tahun saya rutin beolahraga, namun rasa malas kadang tetap menjadi musuh yang tangguh dalam menjalani aktivitas olahraga, apalagi ketika kerja lembur dan besok paginya harus olahraga, malesnya luar biasa. Saya sering kalah melawan rasa malas ketika suatu hari harus kerja hingga malam, mau olahraga malam tapi udah capek, mau olahraga pagi besoknya tapi masih ngantuk, dilema. Tapi ya seperti yang saya katakan sebelumnya, itulah salah satu tantanganya ketika kita akan berolahraga, sebenarnya bukan cuman ketika akan olahraga sih, ketika kita akan melakukan sesuatu intinya.
Saat ini, tubuh saya ya nggak atletis, masih berlemak (di perut terutama), tapi satu yang pasti saya rasakan ketika saya membangun kebiasaan berolahraha, saya merasa bahagia, nyaman sehabis berolahraga, membuat mood lebih baik, membuat tubuh saya semakin kuat dan berotot (dikit terutama beetis dan lengan) dan merasakan kepuasan karena telah melakukan sesuatu yang berguna dalam hidup (ini penting dalam memotivasi saya untuk terus berolahraga) (tidak berlaku ketika Anda sedang mengejar deadline ya). Dan saya akan terus berolahraga walau diluar sedang gerimis, jalanan becek, udara dingin, kasur lebih nyaman dari aspal, youtube-an di balik selimut lebih enak daripada ngerasain dingin diluar, karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan untuk saya. Nantinya, di blog ini, saya akan share pengalaman-pengalaman saya dalam membangun kebiasaan berolahraga, sedikit mengulas gear-gear yang saya pakai, dan membagikan motivasi-motivasi yang biasanya saya cari untuk menjaga kebiasaan olahraga saya. Hidupkan Sehatmu.
Hendra.

Komentar
Posting Komentar